Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Kapolri: Kami Berharap Anggota Polri Diisi Kalangan Pesantren

Kapolri: Kami Berharap Anggota Polri Diisi Kalangan Pesantren
Silaturahim Kapolri dan Ketua Umum PBNU. (Foto: 164 Channel)
Silaturahim Kapolri dan Ketua Umum PBNU. (Foto: 164 Channel)

Jakarta, NU Online Jabar
Dalam acara silaturahim Kapolri dan Ketua Umum PBNU bersama Polda dan PWNU se-Indonesia secara virtual, Jendral Listyo Sigit Prabowo mengharapkan anggota-anggotanya dapat diisi dari kalangan pesantren dan putra-putri kiai. Pertemuan tersebut dilangsungkan di Gedung PBNU, Kamis (28/1).

Dengan keterlibatan kalangan pesantren sebagai anggota Polri, menurut Jendral Listyo, akan mengabdi di masyarakat dengan amanah dan sangat disegani.
“Kami sangat berharap anggota-anggota kami, akan diisi oleh orang orang yang ahli dan paham ilmu agama. Mereka akan kami rekrut dan kembalikan ke daerahnya masing masing menjadi polisi. Pasti akan menjadi sosok polisi yang disegani oleh masyarakat,” jelas Listyo.

Ia berharap polisi ke depan menjadi polisi yang tegas tapi humanis. Polisi yang yang tidak perlu menggunakan kekuatan yang dimilikinya karena masyarakat bisa memahami peringatan dan himbauannya.

Baca juga: Silaturahim Kapolri dan PBNU Disaksikan Kapolda dan PWNU Se-Indonesia

Sementara itu KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya mengutip firman Allah yang artinya:

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan mereka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Kiai Said menjelaskan bahwa setiap umat mempunyai kebanggaan dan kreativitasnya masing-masing, baik itu agamanya, budayanya, teknologinya.  
“Semua itu tidak boleh kita remehkan,” tegas Kiai Said.

Ketua Umum PBNU itu menginformasikan bahwa sebanyak 28.000 lebih pesantren NU yang tersebar di Indonesia, tidak satupun santrinya terlibat terorisme, karena Kiai NU tidak ada waktu untuk mengajarkan hal seperti itu, mereka hanya mengajar kitab kuning.

Silaturahim itu diakhiri dengan saling memberi cindera mata dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani.

Pewarta: Ilham Abdul Jabar