Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Jalan Khidmah di NU dengan Jadi Jurnalis

Jalan Khidmah di NU dengan Jadi Jurnalis
Para peserta pelatihan jurnalistik PWNU Jabar (Foto: NU Online Jabar/Iqbal)
Para peserta pelatihan jurnalistik PWNU Jabar (Foto: NU Online Jabar/Iqbal)

Oleh Moch Ikmaluddin

Walau harus menempuh kurang lebih tiga jam dari Depok menuju Bandung, saya sangat senang ketika mendapat kesempatan dari LTN NU Depok untuk menjadi peserta pelatihan Jurnalis pesantren di Bandung 14-15 November 2020 kemarin. Kegiatan ini merupakan kerjasama Media Center PWNU Jawa Barat dengan Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat.  

“Siap Kang Sodiq,” jawab saya kepada Pemred NU Depok Online.

Jam 06.30 saya berangkat beserta kang Hakim Hasan, perwakilan dari kabupaten Bogor. Selama perjalanan, gunakan untuk perkenalan dan bertukar informasi tentang kegiatan NU di daerah masing-masing. Ternyata kang Hakim sudah pengalaman di dunia jurnalistik. Sedangkan saya, hanya kebetulan beberapa kali mengirim tulisan ke NU Depok Online. Alhamdulillah, jam 09.30 sudah sampai tempat kegiatan. Ternyata di sebuah hotel yang representatif ditambah pelayanan yang ramah. Sambil menunggu peserta lain datang, kita ngopi dulu di sebuah warung sederhana depan hotel.

Pukul 12.00 siang, peserta mendapatkan kamar masing-masing. Kebetulan saya satu kamar dengan kang Yahya Ansori dari Indramayu. Kurang lebih tiga puluh menit di kamar, saya gunakan untuk perkenalan dengannya. Ternyata beliau lama bekerja di bidang  hardware support system di Jakarta, yang kini memilih kembali ke kampung halamannya menjadi peternak dan usaha pemasangan CCTV.

Pelatihan ini sangat sukses dan panitia berusaha maksimal mengemas kegiatan dengan santai namun  substansinya tetap “dapet”.

Satu, sebelum kegiatan dimulai peserta diberi tas yang berisi beberapa masker, vitamin dan hand sanitizer. Ini menunjukkan panitia memperhatikan protokol 3M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

Dua, memilih hotel yang nyaman serta konsumsi yang komplit. Jujur, saya sering mengikuti kegiatan-kegiatan semacam ini, namun terkadang untuk konsumsi itu ada kurangnya. Di pelatihan ini, peserta di jamu dengan makan yang enak, serta pelayanan hotel Yang ramah. Ada coffebrek, snack sore, smoking area dan kamar tidur dan ruang pertemuan yang nyaman. Di sesi terakhir hari kedua, peserta disediakan Bakso malang. Lumayan, tidak perlu jajan lagi.

Narasumber low profile. Acara kemarin penuh dengan nara sumber yang kompeten di bidang masing-masing. Mulai dari (saya memanggil kang) kang Iip D. Yahya yang sabar melayani pertanyaan di grup WathsApp. Sabar sekali mengingatkan peserta untuk masuk ruangan, hingga memberi buku secara gratis kepada 27 peserta dan membubuhi tanda tangan. Padahal beliau orang sibuk, banyak karyanya. Beliau leader yang ngemong.

Selain itu ada kang Budhiana Kartawijaya, wartawan senior yang blak-blakan membedah tulisan peserta namun memberi tips agar berita menarik. Pemred NU Online Jabar Abdullah Alawi yang nyantai, tapi tampak sesekali dengan HP-nya. Kang Asep Saefullah, mantan Wapemred Sindo Media yang pakai sarung dan peci hitam ketika memberi materi, lengkap dengan sandal hotel. Kang Iqbal Kusumadireza, fotografer handal dari EPA (European Pressphoto Agency) yang berbagi ilmu fotografi dan mengajak peserta untuk praktik langsung. Kan Ami, dosen DKV dan Kang Ayik yang hanya pakai kaos dan peci saja. 

Yang tak kalah seru adalah brainstorming dari kang Iing Rohimin, Wakil Ketua PCNU Indramayu yang aktif mengirimkan tulisannya ke NU Online Jabar. Kang Iing berbagi kiat-kiat sederhana dalam memperoleh ide. Tak jarang, pemaparan kang Iing ini disambut gelak tawa peserta dengan pembawaan yang riang gembira.

Menurut saya, Kang Iing ini merupakan sosok jurnalis pesantren sebenarnya. Dengan latar belakang madrasah dan perguruan tinggi agama, Kang Iing bertansformasi menjadi seorang jurnalis. Dalam membuat tulisan, Kang Iing memakai kiat teori sederhana. Yaitu melihat dan mendengar kondisi di sekitar kita. Agar berita menjadi populer, hendaknya dikaitkan dengan isu yang berkembang saat itu. Keunikan Kang Iing dalam menulis adalah mampu meng-NU-kan berita. Dari kiat yang Kang Iing sampaikan, saat itu juga saya langsung praktikan. Dan tulisan saya bisa dimuat di NU Jabar Online.

Setelah pelatihan itu, saya dan teman-teman dari 27 kota dan kabupaten didaulat untuk menempuh jalan khidmah di NU melalui jalur literasi yang bertugas memberitakan kegiatan pesantren dan NU di daerah masing-masing. Jalan khidmah di NU sangat banyak, tapi melalui jalur seperti ini masih snagat jarang. Padahal ini adalah jalan khidmah yang sangat strategis dan perlu dilakukan secara berjamaah secara terus-menerus. 

Semoga! 

Penulis adalah peserta Pelatihan Jurnalistik Pesantren yang diadakan Media Center PWNU Jawa Barat