Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Jadi Ketum MUI Pusat, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Trending Topic di Twitter

Jadi Ketum MUI Pusat, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Trending Topic di Twitter
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (Foto: NU Online Jabar)
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (Foto: NU Online Jabar)

Bandung, NU Online Jabar
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menjadi bahan perbincangan hangat warganet di Twitter. Saat NU Online Jabar membuka jejaring sosial tersebut, namanya menjadi trending topic pertama pada pengguna Twitter di Indonesia. 

Rata-rata para warganet membincangkan Kiai Miftach terkait dengan amanah yang kini diembannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.

Rata-rata pula, warganet mengucapkan atas amanah baru tersebut, misalnya disampaikan akun resmi Pondok Pesantren Sidogiri. 

Sidogiri Media mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, periode 2020-2025.

Sebagaimana diketahui, KH Miftachul Akhyar terpilih menjadi Ketua Umum MUI Pusat menggantikan KH Ma'ruf Amin berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X MUI yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (26/11) malam. 

Pada pidato pertamanya usai terpilih, Kiai Miftach mengajak seluruh pengurus MUI yang terpilih agar mampu memberikan pencerahan terhadap umat di tengah maraknya disrupsi teknologi saat ini.

Situasi kondisi yang mungkin bisa disebut sebagai zaman disrupsi teknologi merupakan kewajiban kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah," katanya sebagaimana ditulis NU Online.

Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya ini mengharapkan MUI mampu memberi solusi dengan pelbagai kontribusinya bagi kehidupan dunia saat ini. 

"Indonesia yang merupakan negara terbesar penduduk muslimnya, ini betul-betul bukan besar jumlahnya, tapi produknya yang saat ini dinantikan oleh bangsa di seluruh dunia saat ini," katanya.

Pewarta: Abdullah Alawi