Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Innalillahi, Asrama A Putra Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Terbakar

Innalillahi, Asrama A Putra Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Terbakar
Asrama A Putra Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo yang terbakar (Foto: NU Online Jabar)
Asrama A Putra Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo yang terbakar (Foto: NU Online Jabar)

Bnajar, NU Online Jabar
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, musibah menimpa Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Ahad (23/8). Salah satu asrama santri pesantren tempat Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2019 tersebut terbakar sekitar pukul 02.30 dini hari ini. 

“Diberitahukan kepada segenap wali santri dan alumni bahwa seluruh santri PPMH Al-Azhar Citangkolo dalam keadaan selamat dan sehat menyusul telah terjadi musibah kebakaran di komplek A putra lantai 3 PPMH Al-Azhar Citangkolo,” demikian pemberitahuan dari salah seorang ustadz dari pesantren tersebut, KH Muin Abdurrahim kepada NU Online Jabar. 

Menurut Kiai Muin, kejadian bermula dari konsleting listrik di lantai 3 kompleks A sekitar pukul 02.30. Api merambat begitu cepat. Kemudian pihak pesantren menghubungi petugas pemadam kebakaran Kota Banjar. Sekitar pukul 02.50, mereka tiba di pesantren. Setengah jam kemudian, api bisa dipadamkan. Kemudian petugas melakukan pendinginan hingga pukul 05.00  

Petugas pemadam kebakaran berhasil memblokade api sehingga tak menghancurkan lantai 2 dan lantai 1. Juga berhasil memblokade api ke bangunan sebelahnya yang merupakan madrasah dininyah. 

“Kita prioritas menyelamatkan anak-anak santri. Alhamdulillah semua selamat. Seluruh wali santri diimbau agar senantiasa mendoakan putra-putrinya supaya tetap sehat, semangat dan istiqamah dalam menimba ilmu di pesantren,” ajak Kiai Muin. “Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah. Amin,” tambahnya. 

Kiai Muin menambahkan, akibat kejadian tersebut, kerugian materiil anak-anak santri dan bangunan yang rusak sekitar seratus jutaan. 

“Sekarang kita lagi-lagi bersih bekas kebakaran serta penempatan sekitar 200 santri yang kamarnya terkena, dipindah ke tempat lain,” pungkasnya. 

Pewarta: Abdullah Alawi