Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Ini Cerita Jamaah Umroh Perdana Kala Pandemi Dari Indonesia

Ini Cerita Jamaah Umroh Perdana Kala Pandemi Dari Indonesia
Rizqi di Masjidil Haram saat Umroh Kala Pandemi
Rizqi di Masjidil Haram saat Umroh Kala Pandemi

Indramayu, NU Online Jabar.

Pembukaan kembali ibadah umroh untuk jamaah dari luar Saudi Arabi, pasca penutupan dan penghentian sementara umroh yang dikeluarkan oleh Kerajaan Arab Saudi sejak 28 Februari 2020, akibat Pandemi Covid-19, menjadi momentum luar biasa bagi orang-orang yang bisa menikmati kesempatan tersebut. Seperti dirasakan oleh salah seorang Wakil Ketua MWCNU Kecamatan Patrol, Indramayu H Rizqi Amali Rosyadi.

Wakil Ketua MWCNU Patrol yang juga menjadi pemilik travel haji dan umrah  Qonita Wisata Indramayu itu menjadi salah satu jamaah yang berkesempatan melaksanakan Umroh Perdana saat pandemi covid-19.

Dirinya berangkat dari Indonesia tanggal 01 November dan direncanakan pulang kembali ke tanah air pada Tanggal 12 November 2020. Kepada NU Online Jabar, Rizqi Amali dari Arab Saudi menceritakan bagaimana situasi umroh perdana tersebut.

“Alhamdulillah berkat karunia Allah, saya berkesempatan menjalankan umroh perdana saat pandemi covid-19 ini,’ kisah Rizqi.

“Saya berangkat bertujuan untuk mempelajari secara detail bagaimana suasana, aturan dan kejadian-kejadian saat umrah yang selanjutnya akan dipelajari dan menjadi bahan persiapan untuk mmberangkatkan jamaah umroh yang sudah mendaftar di Qonita Wisata,” ucap Ketua Yayasan Kampus Wirautama Patrol ini.

Menurut Rizqi, banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan harus siap dengan aturan-aturan yang berubah demi penekanan angka covid di Makkah.

“Beberapa aturan yang saya catat di hari pertama,01/11/2020, diantaranya adalah pastikan visa umrah selalu di tangan baik dalam bentuk pdf dan fisik kertas,” pesannya.

“Pastikan hasil tes PCR selalu dibawa,  juga tiket,” tutur Rizqi.

“Hasil PCR harus dalam bentuk fisik di atas kertas karena akan ditempel stiker oleh petugas kementrian kesehatan Saudi saat mendarat di terminal baru Jeddah,” Lanjutnya.

Rizqi melanjutkan bahwa jamaah umroh akan naik skytrain menuju loket imigrasi dan bagasi, lalu jamaah akan diminta mengisi form kesehatan dan disclaimer yang dibagikan oleh awak kabin.

“Jangan lupa isi form kesehatan dan disclaimer yang dibagikan awak kabin sebelum turun pesawat biar tidak numpuk antri di terminal,” wanti-wanti Rizqi.

Sementara pembagian kunci kamar hotel menurut Rizqi dilakukan di bus, karena dilarang di loby hotel. Pihak maskapai dan bus masing-masing memberikan safety kit seperti masker dan lain-lain.

“Saat sampai di hotel, kami harus dikarantina selama 3 hari, tidak keluar kamar apalagi hotel. DI hari kedua karantina dilakukan uji dan jika hasilnya negatif, jamaah boleh melaksanakan rangkaian ibadah umroh termasuk thawaf sampai Sai,” ungkap Rizqi.

Setelah selesai melaksanakan umroh, Rizq1 melanjutkan, jamaah diminta untuk karantina lagi selama 2 hari untuk mengevaluasi penyebaran covid,  jika tidak ada yang positif maka jamaah indonesia dapat melakaanakan ibadah di Masjidil Haram.

Menurutnya masih banyak aturan baik yang sudah tertulis maupun kebijakan dadakan dikarenakan banyak faktor baik faktor jamaah atau kebijakan Kerajaan Arab Saudi.

“Semoga dengan mengikuti umroh perdana ini saya dapat mengambil berbagai pengalaman serta mempelajari berbagai aturan yang ada, sehingga akan menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam di Indonesia yang akan melaksanakan ibadah umroh,"Harapnya. 

Pewarta : Iing Rohimin
Editor     : Muhyiddin