Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Haul Pertama KH Masduki Indramayu Diisi dengan Khitanan Masal

Haul Pertama KH Masduki Indramayu Diisi dengan Khitanan Masal
Khitanan masal dalam rangka memperingati haul pertam aalmaghfurlah KH Masduki Jatibarang Indramayu. (Foto: NU Online Jabar/MWCNU Jatibarang)
Khitanan masal dalam rangka memperingati haul pertam aalmaghfurlah KH Masduki Jatibarang Indramayu. (Foto: NU Online Jabar/MWCNU Jatibarang)

Indramayu, NU Online Jabar
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jatibarang bekerja sama dengan pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Indramayu mengadakan sunatan mssal dalam rangka haul pertama almagfurlah KH Masduki, Jumat, 27/11). Kegiatan bertempat di Pawidean, Jatibarang. 
Panitia awalnya membatasi peserta khitanan hanya 10 anak. Namun  warga yang ingin mengkhitankan terus bertambah. Mereka spontan berdatangan berharap agar amak-anaknya ikut dikhitan. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya  dibatasi 20 anak.

Almarhum KH Masduki adalah Rais Syuriyah PCNU Indramayu tiga periode, 2002 – 2017. Satu masa khidmah bersama Ketua Tanfidziyyah KH Maksudi (2002-2007) dan dua periode bersama KH Juhadi Muhammad 2007 – 2017. Beliau adalah kiai yang zuhud dan wara. Di bawah kendalinya PCNU Indramayu menjadi organisasi yang disegani dan dihormati. Kiai Masduki juga dikenal sebagai aghniya yang sumbangsihnya untuk NU tak terhitung. Sosok pejuang, pendakwah yang tak kenal lelah dengan menghadiri kegiatan-kegiatan NU ke pelosok kampung di Indramayu. 

Salah satu yang dikenang oleh KH Juahdi Muhammad dari almarhum adalah zakatnya yang ditashorufkan ke pengurus-pengurus NU yang membutuhkan. 

“Beliau itu sosok yang faham bahwa menjadi kader NU itu bukan hanya mengorbankan tenaga, tapi juga harta,” jelas Kiai Juhadi. 

Ketua PCNU Indramayu itu menjelaskan bahwa Kiai Masduki sangat dihormati karena mampu bersikap independen, berjuang dengan kekuatan sendiri, tanpa minta bantuan dan mengajukan proposal. 

“Beliau mencontohkan kepada kader NU, bahwa menjadi pengurus NU adalah mendermakan hartanya pada NU, bukan mengambil manfaat karena menjadi pengurus NU,” tambah Kiai Juhadi.

Kegiatan sunatan masal ini sebagai bentuk penghormatan kepada almaghfurlah Kiai Masduki yang dilaksanakan oleh Pengurus MWCNU Jatibarang dan seluruh Banom seerta lembaga. Semua elemen NU Jatibarang bahu membahu menyiapkan acara tersebut. Kegiatan tersebut disambut antusias warga desa Pawidean. 

“Saya sangat bahagia sekaligus terhatu atas antusias warga. Memang betul orang saleh itu bisa menggerakkan orang, meskipun sudah meninggal,” ujar Ketua LKNU Indramayu HM Saidi 

Kegiatan haul Kiai Masuduki ditutup dengan doa bersama dan ijazah Hadiyyu oleh KH Zamzami Amin dari Pesantren Babakan Ciwaringin. Sementara tausiyah disampaikan oleh KH. Marzuqi Ahal. 

“Peringatan haul ini agar dijadikan kesempatan untuk belajar dari almagfurlah KH Masduki. Meski sudah sepuh, dalam kesehariannya saat masih hidup, selalu diisi dengan muthalaah kitab dan ngaji setiap hari, menyampaikannya lewat pengajian, dan pemurah,” papar Kiai Marzuqi Ahal.

Pewarta: Yahya Anshori
Editor: Iip Yahya