Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Haul Masyaikh Al-Masthuriyah dan Pertimbangan Kemaslahatan Umat

Haul Masyaikh Al-Masthuriyah dan Pertimbangan Kemaslahatan Umat
Tiga masyaikh di antara masyaikh lain pada haul Al-Masthuriyah
Tiga masyaikh di antara masyaikh lain pada haul Al-Masthuriyah

Oleh KH Samsudin Ak

Haul berasal dari kata al-haul, artinya bertemu tahun atau ulang tahun. Namun istilah haul di Indonesia hampir bergeser pada arti lain dengan muatan makna yang agak sakral. Haul yang dimaksud adalah bertemunya tahun kematian atau meninggal atau wafatnya seseorang yang senantiasa diperingati atau rutin dilaksanakan hingga menjadi sebuah kebiasaan atau kebudayaan atau tradisi yang khas di Indonesia.

Orang Sunda melafalkan haul dengan haol. Namun, artinya sama saja, mengacu pada acara ritual yang bermuatan sakral ketika bertemunya hari atau tanggal wafatnya seseorang. Biasanya haul diisi dengan doa serta pujian kepada Allah dengan maksud dan tujuan agar almarhumin mendapatkan rahman, rahim, maghfirah serta kebahagiaan di alam barzah serta di sisi Allah Subanahu wa ta'ala.

Sudah masyhur bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi umat Muslim yang beraqidah Ahlussunah wal Jama'ah an-nahdliyah, senantiasa datang berbondong-bondong dari berbagai macam daerah ketika ada peringatan haul seorang tokoh, atau seorang ulama atau seorang guru agung serta habaib.

Mereka berkumpul bersama untuk melakukan doa bersama, mengenang jasa-jasa almarhumin serta mendengarkan beberapa kisah yang disampaikan para guru, mubaligh sebagai suri tauladan bagi para pecintanya.

Tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Kabupaten Sukabumi akan melaksanakan haul Mama Ajengan Muhammad Masthuro, Umi Hj. Siti Hafsoh (istri), Al Habib Habib Syekh bin Salim Al Atos, Abah Ajengan KH E. Fakhruddin Masthuro, Ajengan KH Syihabuddin Masthuro beserta almarhumin keluarga besar guru di Al-Masthuriyah.

Namun, haul kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, para muhibbin, keluarga, santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi tidak bisa berkumpul massal karena mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19. 

Haul kali, sebagaimana diungkapkan pengasuh Pondok Pesantren Al-Masthuriyah KH Abdul Aziz Masthuro, beragam kegiatan sangat dibatasi untuk kerumunan demi kemaslahatan umat yang lebih besar.

Jika sebelum pandemi peringatan haul guru mulia dipusatkan di maqbarah atau di Al-Masthuriyah yang dihadiri oleh para muhibbin, ulama, habaib, santri dari berbagai wilayah di Indonesia dan tamu luar negeri khususnya dari Negeri Yaman dan sekitarnya (Timur Tengah), kali agak berbeda dari sebelumnya, hanya dilaksanakan dengan sederhana oleh keluarga dan guru di Al-Masthuriyah.

Namun demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Masthuriyah KH A. Aziz Masthuro, mengajak para santri, semua muhibbin, keluarga dan alumni agar tetap melaksanakan doa bersama  di tempat masing-masing bersama keluarga, jama'ah dan santri di daerahnya masing-masing.

Semoga almarhumin senantiasa dilimpahi rahman rahim maghfirah juga kebahagiaan di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

Penulis adalah alumnus Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, pengasuh Pondok Pesantren At-Tamur Kabupaten Bandung