Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Hari Ini 7 Ramadhan Bertepatan dengan 19 April: Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim Wafat

Hari Ini 7 Ramadhan Bertepatan dengan 19 April: Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim Wafat
Hadratussyekh KH Hasyim Asyari (kanan) dan putranya, KH Wahid Hasyim (Foto: https://opop.jatimprov.go.id/)
Hadratussyekh KH Hasyim Asyari (kanan) dan putranya, KH Wahid Hasyim (Foto: https://opop.jatimprov.go.id/)

Salah seorang mahaguru dan pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari wafat pada tanggal 7 Ramadhan 1366 H bertepatan dengan 25 Juli 1947 di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada usia 76 tahun. 

Hadratussyekh wafat setelah menerima informasi dari dua utusan Jenderal Soedirman yang menceritakan situasi bangsa dalam kondisi bahaya. Meskipun sudah dua tahun merdeka, tapi penjajah berusah merebutnya kembali. 

Salah seorang utusan itu bernama Kiai Gufron, pemimpin Sabilillah Surabaya. Ia mengabarkan selepas Agresi Militer Belanda I 21 Juli 1947, mereka mampu merebut merebut Singosari, Malang.

Rais Akbar Nahdlatul Ulama itu kaget luar biasa. Jatuhnya kota perjuangan, pusat markas tertinggi Sabilillah, badan kelaskaran rakyat yang dipimpin KH Masykur itu, sangat mengejutkannya. 

Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 17 November 1964 karena menilai jasanya yang berperan besar dalam pendidikan melalui NU dan melawan penjajah. Salah satu di antara jasanya untuk negara ini adalah memutuskan NU untuk mengeluarkan Resolusi Jihad fi Sabilillah yang direkomendasikan untuk pemerintah RI yang baru berdiri dan Jihad fi Sabilillah untuk umat Islam dengan fatwa, setiap orang dewasa yang berada dalam radius 90 km dari medan pertempuran melawan penjajah wajib berperang. 

Keduanya diputuskan menjadi pernyataan resmi organisasi NU pada 22 Oktober 1945. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Santri Nasional.

Enam tahun setelah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tutup usia, salah seorang putra, yaitu KH Wahid Hasyim juga wafat pada sebuah kecelakaan di Cimindi, Cimahi, Jawa Barat. Tepatnya, pada tanggal 19 April 1953.  

Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 17 November 1960. Negara menilai Kiai Wahid Hasyim berperan dalam mendirikan NKRI. Ia merupakan salah satu anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 

Penulis: Abdullah Alawi