Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Habib Luthfi Sosok Berilmu Luas, Tawadlu, dan Pandai Bermain Musik

Habib Luthfi Sosok Berilmu Luas, Tawadlu, dan Pandai Bermain Musik
Habib Lutfi bin yahya sedang bermain piano (Foto: YT AL KWB Channel)
Habib Lutfi bin yahya sedang bermain piano (Foto: YT AL KWB Channel)

Oleh Abdul Manap
Lamun wong tuwo, lamun wong tuwo keliru mimpine
Ngalamat bakal, ngalamat bakal getun mburine
Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran
Anak putune, rame rame rebutan warisan.”

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dinilai berjasa di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dalam komunikasi dakwah dan sejarah kebangsaan. Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman menjelaskan, secara akademik jasa-jasanya dapat ditelusuri melalui sejumlah buku yang ditulisnya dan rekam jejaknya yang secara konsisten mempromosikan nilai-nilai keislaman dalam bingkai keindonesiaan.

"Cara yang dipakai untuk menyampaikan pemikiran menunjukkan tiga keunggulan, menunjukkan ketangguhan dan luasnya bacaan. Referensinya membentang dari kitab-kitab klasik, pemikiran barat hingga pemikiran kontemporer di tanah air," kata Prof Fathur saat menyampaikan sambutan dalam 'Upacara Penganugerahan Doktor Honoris Causa kepada Habib Lutfi' di Auditurium Unnes, kampus Sekaran Gunungpati Semarang, setahun yang lalu. Berita tersebut dimuat NU Online, Senin (9/11/20).

Kehadiran Habib Luthfi di tengah dinamika kebangsaan, sebagai tokoh yang dekat dan dihormati secara luas oleh semua kalangan merupakan berkah, tidak hanya bangsa Indonesia, tetapi juga masyarakat dan masyarakat global.

"Sebagai ilmuwan, Habib Luthfi memiliki tiga keunggulan yakni rasa ingin tahu dan memiliki dorongan untuk menemukan jawaban, penguasaan metodologi sehingga mampu memilih dan memilah aneka informasi, dan data yang diperolehnya dan kemampuan mem-publish sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh umat," ungkapnya.

Tidak hanya berjasa di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan sejarah kebangsaan, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya merupakan Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), yaitu organisasi Ulama Sufi Internasional yang berpusat di Indonesia. 

Dalam acara Majelis Kliwonan Kanzus Sholawat Kota Pekalongan Jawa Tengah yang berlangsung setiap Jumat Kliwon, ia kerap kedatangan tamu istimewa, misalnya dari Timur Tengah. Pada perhelatan Multaqo Sufi Internasional 2019, tokoh sufi seperti Syekh Adnan Al-Afyouni dari Suriah, Syekh Muhammad Ash-Shuhumi dari Libya, Syekh Riyadh Bazu dari Libanon, dan Syekh Aziz Al-Idrisi dari Maroko, hadir secara khusus ke Pekalongan Jawa Tengah. 

Syekh Adnan mengatakan, satu hal yg menarik dari organisasi kelas dunia ini adalah bahwa pimpinan tertinggi organisasi ini di pimpin oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

"Mengapa memilih beliau dan Indonesia sebagai pemeran utamanya? Karena  para masyayikh dan mufti memilihnya berdasarkan isyarah ilahiyah, dan isyarah minar-Rasul SAW, sehingga pilihan itu sangat tepat," tegas Syekh Adnan.

Selain berilmu luas dan selalu tawadlu, Habib Luthfi juga pandai bermain musik. Menurut kesaksian Menkopolhukam Mahfud MD, Habib Luthfi menciptakan berbagai lagu, antara lain berjudul Padang Bulan (Terang Bulan). Lagu tersebut sering dilantunkan ribuan jemaah saat pengajian akan dimulai.

Petikan lirik lagu tersebut antara lain berbunyi,
“Lamun wong tuwo, lamun wong tuwo keliru mimpine
Ngalamat bakal, ngalamat bakal getun mburine
Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran
Anak putune, rame rame rebutan warisan.”

(Kalau orang tua keliru bermimpi/alamat akan menyesal di belakang hari/Kedua orang tua saat wafat menghadap Tuhan/Anak-cucunya rame-rame rebutan warisan)

Semoga kita senantiasa dapat mengambil teladan dari para ulama pewaris dakwah para Nabi dan Rasul. Amin.