Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

Gus Hasan: Mencegah Kemunkaran Jangan dengan Cara Munkar dan Melahirkan Kemunkaran Baru

Gus Hasan: Mencegah Kemunkaran Jangan dengan Cara Munkar dan Melahirkan Kemunkaran Baru
Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah (Foto: NU Online Jabar/Bagus)
Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah (Foto: NU Online Jabar/Bagus)

Bandung, NU Online Jabar 
Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan bahwa ajaran Islam telah memberikan petunjuk yang jelas kepada umatnya dalam berdakwah, yaitu dengan cara-cara baik dan tidak menimbul kemudaratan. 

Menurut kiai yang akrab disapa Gus Hasan ini, tuntunan berdakwah dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa: “Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl  [16]: 125)

“Dalam berdakwah, harus berangkat dari niat baik, untuk tujuan yang baik, dan semestinya dilakukan dengan cara-cara yang baik,” katanya di kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung No 9, Kota Bandung, Kamis (1/4). 

Menurut Gus Hasan, berdasarkan tuntunan Al-Qur’an berdakwah itu pertama, dengan hikmah, maksudnya dengan dalil (burhan) atau hujjah yang jelas (qath‘i maupun zhanni) sehingga menampakkan kebenaran dan menghilangkan kesamaran. 

Kedua, dengan maw‘izhah hasanah, yaitu peringatan yang baik yang dapat menyentuh akal dan hati (perasaan). 

Ketiga, dengan jadal (jidâl/mujâdalah) billati hiya ahsan, yaitu debat yang paling baik. Dari segi cara penyampaian, perdebatan itu disampaikan dengan cara yang lunak dan lembut, bukan cara yang keras dan kasar.

Lebih lanjut, kiai pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah 3 Cilamaya, Kabupaten Karawang ini menjelaskan kalaupun berdakwah untuk nahi munkar (mencegah keburukan) itu pun harus memegang teguh prinsip jangan melakukannya dengan cara munkar dan melahirkan kemunkaran baru.

Menurut Gus Hasan, bom bunuh diri yang dilakukan seseorang dengan tujuan mencegah kemunkaran adalah cara yang keliru karena Islam mengajarkan cara mencegah kemunkaran dengan cara-cara yang mengandung kemashlatan. 

Pewarta: Abdullah Alawi