Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Generasi Muda NU Desa Karangasem Inisiasi Gerakan Cinta Masjid

Generasi Muda NU Desa Karangasem Inisiasi Gerakan Cinta Masjid
Anak-anak Pecinta Masjid (Dok. Masjid Baiturrohim)
Anak-anak Pecinta Masjid (Dok. Masjid Baiturrohim)

Indramayu, NU Online Jabar.

Generasi muda Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Baiturrohim Desa Karangasem Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu menginisiasi gerakan cinta masjid dengan sasaran khusus para pemuda dan masyarakat pada umumnya.

Ketua Irmas Baiturrohim, M Fikri Vanesa kepada NU Online Jabar (29/10) menceritakan gerakan cinta masjid ini ia inisiasi bersama dengan pengurus Irmas lainnya. Menurutnya Desa Karangasem adalah desa yang menjadi  barometer untuk desa lain di kecamatan Terisi karena di sini  banyak kegiatan yang bernilai positif yang diprakasai oleh DKM Baiturrohim.  
 

Fikri berkisah bahwa beberapa waktu lalu muncul hasutan dari segelintir orang yang sengaja menggembosi kepengurusan DKM dengan menyebar fitnah, sehingga timbul kurang kepercayaan dari masyarakat.  

Alhamdulillah dengan belas kasih Allah SWT, opini tersebut  dengan sendirinya sirna, dan dari peristiwa itu pula kami dari generasi muda NU merasa terpanggil untuk melakukan gerakan cinta masjid dengan membentuk  kepengurusan IRMAS,” ungkap Fikri.

Menurut Fikri, setelah kepengurusan Irmas terbentuk, maka dirinya bersama beberapa orang pengurus mulai melakukan pendekatan kepada kelompok pemuda yang ada di desa di antaranya  geng motor seperti kelompok Brigezz dan  Kontris juga komunitas Onthel dan dari kalangan remaja yang berbakat lainnya. 

“Gerakan cinta masjid yang kami inisiasi ini Alhamdulillah setahap demi setahap mulai mendapat respon positif dan akhirnya kini pemuda Desa Karangasem bersatu padu dan kompak menggelar berbagai kegiatan untuk memakmurkan masjid,” tutur Fikri 

“Tidak sedikit dari mereka yang mencetuskan  ide-ide brilian, langkah pertamanya adalah mensukseskan PHBI Maulid Nabi Muhammad SAW dan alhamdulillah acarapun dapat digelar pada Hari Sabtu Tanggal 17 Oktober 2020 dengan sukses dan sangat meriah,” tambahnya. 

Ditegaskan Fikri, setelah langkah awal dibilang sukses, baru melangkah sedikit demi sedikit ke program berikutnya,  dan itupun ide dari mereka yaitu dzikir bersama dengan diawali sholat tasbih, yang akhirnya mereka yang belum pernah tahu menjadi tahu. 

“Momen itu berketepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN), para pemuda dengan antusias mengikuti sholat tasbih dengan khusuk dan khidmat,” Kisahnya.

Dari sini, imbuhnya, tumbuh kesadaran mereka memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat.

“Ke depan kami bertekad untuk melangkah ke program sosial, budaya dan ekonomi yang kebetulan diantara mereka ada yang punya bakat terpendam tentang hal itu,” ujar Fikri.

Ketua DKM Baiturrohim, H Chaerul Manan mengaku sangat bangga atas inisiasi yang dilakukan oleh generasi muda untuk bersama-sama mencintai masjid. Kini generasi muda di Desa Karangasem mulai kompak, tidak hanya dari kalangan Irmas saja tetapi juga berbagai kelompok lain dapat bersatu padu menggelar kegiatan maulid nabi.

Menurut Ketua DKM, Masjid semakin bercahaya setelah anak muda berkiprah mewarnai aktifitas  di lingkungan masjid yang membawa aura positif. Setiap harinya diwaktu-waktu sholat berjama'ah mereka mengikutinya, hingga yang dulu jarang ke masjid sekarang bisa ikut berjama'ah. 

Sekarang dengan percaya diri mereka melangkahkan kakinya menuju ke Rumah Allah SWT, karena mereka sudah merasakan bahwa kepribadiannya sudah menjadi bagian dari orang-orang yang cinta masjid. 

“Jika generasi muda sudah mencintai masjid maka kita tidak akan pernah khawatir tentang masa depan syiar agama di desa ini,” kata Ketua DKM.

“Kami berpesan kepada generasi muda untuk tetap menjaga kekompakan dan terus berkreasi menjalankan berbagai program keagamaan. Kami dari DKM pasti akan sangat mendukung program-program tersebut,” lanjutnya.

Sementara, Ketua Brigezz, Kholik mengaku sangat terhormat bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan keagamaan, sehinga pihaknya bisa menjalin kekompakan dengan  kelompok lain. 

“Kami merasa sangat terhormat dan merasa dihargai karena meskipun kami dalam kelompok pecinta motor namun ternyata bisa dilibatkan dalam kegiatan keagamaan,” ujar Kholiq.

“Semoga kekompakan ini tetap terjalin dan ke depan kita akan bersama menggelar kegiatan bukan hanya bidang keagamaan melainkan juga dalam bidang lain yang diminati para pemuda,” pungkas Kholik.

Pewarta : Fahrurozie
Editor     : Iing Rohimin