Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Catatan Setahun NU Online Jabar (1): sebagai Pusat Data dan Konsolidasi Organisasi

Catatan Setahun NU Online Jabar (1): sebagai Pusat Data dan Konsolidasi Organisasi
Logo NU Online
Logo NU Online

Oleh Abdullah Alawi 

NU Online Jabar yang beralamat di jabar.nu.or.id mulai aktif pada 1 Agustus 2020. Sampai 31 Juli 2021, data yang ter-posting sebanyak 3247 tulisan. Dengan demikian, rata-rata tiap hari web ini mengunggah 8 tulisan.   

Secara kelembagaan, NU Online Jabar merupakan subdomain dari NU Online (situs resmi PBNU) dan menjadi situs resmi PWNU Jawa Barat. Dalam pengelolaannya, PWNU Jawa Barat memiliki Media Center dengan Direktur Iip D. Yahya. Media Center ini memiliki dua tim yaitu media sosial di berbagai pelatform dan web NU Online Jabar. Dengan demikian, dalam menjalankan aktivitasnya, NU Online Jabar berkoordinasi dengan PWNU Jawa Barat dan NU Online.  

PWNU Jawa Barat meluncurkan web ini di aula lantai dasar Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, Kota Bandung pada 15 Agustus 2020. Peluncuran dilakukan Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Nuh Addawmi dan Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah para pengurus NU dan Kadiskominfo Jabar Setiaji.

Waktu itu, KH Nuh Addawami mengatakan berita seperti makanan. Makanan ada tiga, yang dibutuhkan setiap waktu, makanan yang dibutuhkan sewaktu-waktu, juga ada makanan yang berbahaya. Seperti itulah berita, ada yang dibutuhkan warga NU setiap waktu, ada berita yang dibutuhkan sewaktu-waktu, dan ada berita yang berbahaya.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurulhuda, Cisurupan, Garut tersebut berharap warga NU bisa mendapatkan kebutuhan berita yang dibutuhkan setiap waktu, yakni akhlaqul karimah, aqidah, syariah, akhlak dan tasawuf.

Sementara KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan, bahwa NU Online Jabar sebagai al-akhdu bil jadidil ashlah, mengambil sesuatu yang baru, yang mashlahat untuk kepentingan NU dalam bidang publikasi. 

Ke luar, ia berharap NU Online Jabar jadi media yang menyampaikan gagasan NU dalam menyikapi berbagai permasalahan kemasyarakatan dan kebangsaan.  Ke dalam, ia berharap NU Online Jabar sebagai konsolidasi di samping pusat data NU secara organisasi dan Nahdliyin sebagai jamaah. 

Sebagai pusat data, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat Kiagus Zaenal Mubarok, NU Online Jabar jadi tulang punggung organisasi. Jika pusat data itu dikelola dengan baik secara berkelanjutan, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat yang lain, KH Lukman Hakim, mengatakan NU akan mudah dalam memetakan potensi yang dimiliki sehingga kebijakan akan tepat sasaran. 

Data dalam bentuk tulisan NU Online Jabar menyajikannya dalam beberapa kanal yaitu, pertama, Warta yang terdiri dari subkanal Nasional, Daerah, Obituari, dan Risalah. Nasional adalah berita-berita terbaru yang bersifat nasional atau informasi dari PBNU. Daerah adalah berita dari tingkat PCNU sampai Ranting. Obituari adalah kanal khusus informasi kiai, tokoh dan pengurus NU yang wafat. Sementara Risalah adalah tajuk rencana dari redaksi. 

Kedua, kanal Sejarah. Kanal ini mengupas sejarah NU mulai tingkat PW sampai Ranting atau menampilkan tokoh yang berkaitan dengan sejarah NU.  

Ketiga, Keislaman. Kanal ini terdiri dari subkanal Ubudiyah, Syariah, Tauhid, Khutbah, Doa, dan Hikmah. Ubudiyah berisi tata cara ibadah. Syariah mengupas hukum-hukum Islam. Tauhid mengupas tentang tauhid dan seluk-beluknya. Doa berisi bacaan doa-doa praktis sehari-hari. Hikmah berisi kisah nabi, sahabat, auliya, dan orang-orang saleh. 

Keempat, Tokoh. Kanal ini untuk menulis tokoh NU atau kiai pesantren Ahlussunah wal Jamaah yang telah meninggal dengan menyajikan keterangan waktu lahir dan meninggal. Lalu riwayat masa kecil, pendidikan, dan jasanya. 

Kelima, Profil. Kanal ini untuk menampilkan tokoh, pengurus NU dan lembaga berikut banomnya, kiai, santri, warga NU yang masih hidup. Kriteria umum kanal ini untuk kiai dan tokoh NU yang konsisten dalam dunianya. Pengurus lembaga atau banom yang inovatif dan kreatif. Santri dan warga NU yang berprestasi dalam berbagai bidang.    

Keenam, Opini. Kanal ini untuk media pengurus, santri, dan warga NU menyampaikan gagasannya tentang situasi yang aktual. 

Ketujuh, Wawancara. Kanal ini adalah dialog dengan tema khusus dengan format tanya jawab yang ditampilkan apa adanya. 

Kedelapan, Ngalogat. Kolom yang berisi gagasan mengupas suatu persoalan. Perbedaannya dengan kanal Opini adalah kanal ini tidak mesti membahas yang aktual.  

Kesembilan, Adrahi. Kanal ini untuk para santri dan para pelajar menulis. Mereka boleh menulis apa saja dengan gaya apa saja tentang dunia mereka; bisa dengan gaya cerpen, puisi, atau gaya catatan harian. Isinya pun bebas, bisa pengalaman, cita-cita, dan tentang apa saja

Kesepuluh, Pustaka. Kanal ini berisi tinjauan atas buku terbaru yang relevan dengan Nahdliyin, atau deskripsi kitab, baik yang terbaru maupun klasik. (Bersambung)

Penulis adalah Pemimpin Redaksi NU Online Jabar