Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Anjuran Puasa Hari Kesembilan dan Kesepuluh Muharam; Puasa Tasua dan Asyura

Anjuran Puasa Hari Kesembilan dan Kesepuluh Muharam; Puasa Tasua dan Asyura
Umat Islam dianjurkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh bulan Muharam (Ilustrasi: NU Online)
Umat Islam dianjurkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh bulan Muharam (Ilustrasi: NU Online)

Oleh Ustadz Asep Purnawan

Sunah muakkad puasa pada hari Asyura sebagaimana diterangkan dalam Hadits:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: “Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah. Beliau menjawab, ”Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (H.R. Muslim).

Diterangkan dalam hadits tersebut bahwa puasa pada tanggal 10 Muharam dapat melebur dosa selama 1 tahun yang telah terlewati.

Sedangkan puasa pada tanggal 9 Muharam (hari Tasu'a) berdasarkan Hadits Riwayat Muslim berbunyi: “Jika ternyata saya (Nabi SAW) masih hidup sampai tahun depan, pastilah akan berpuasa di tanggal 9 Muharam.“ Kemudian beliau wafat sebelum sampai tanggal tersebut.

Apabila bagi orang yang tidak berpuasa hari Tasu'a disunnahkan berpuasa pada tanggal 11 Muharram.

Berkata Imam Abul Laits As Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin yang bersumber dari Ibnu Abbas RA bahwa Nabi SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura (Hari ke sepuluh pada bulan Muharram), maka Allah akan membalasnya dengan 10.000 dari pahala malaikat. Bagi siapa yang berpuasa Asyura, maka baginya 10.000 pahala orang yang beribadah haji dan 10.000 pahala orang yang mati syahid. Dan barangsiapa yang hari itu mengusap kepala anak yatim (dengan bersedekah), maka Allah SWT mengangkat derajatnya dari tiap helai rambut yang di usapnya. Bagi yang memberikan makan orang yang berbuka pada hari itu maka pahalanya sama dengan memberimakan seluruh dari umat Nabi Muhamad SAW.”

Sumber: Kitab Fathul Mu'in, kitab Tanbihul Ghafilin, kitab Irsyadul 'Ibad, lihat pula, Fathul bari, Al Idhah

Penulis adalah Ketua Ranting NU Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi