Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka PWNU Download

Aceng Mujib: Pengurus NU Jangan Kecolongan oleh Kaum Takfiri

Aceng Mujib: Pengurus NU Jangan Kecolongan oleh Kaum Takfiri
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat yang juga Ketua Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi KH Aceng Abdul Mujib (Foto: NU Online Jabar)
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat yang juga Ketua Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi KH Aceng Abdul Mujib (Foto: NU Online Jabar)

Garut, NU Online Jabar
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat yang juga Ketua Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi KH Aceng Abdul Mujib mengamanatkan agar pengurus NU jangan kecolongan oleh kaum Takfiri. 

“Pengurus NU jangan sampai kecolongan dengan kaum Takfiri, terkhusus kelompok dari Negara Islam Indonesia (NII) atau islam bai’at penisbatan bagi mereka yang menjadi anggotanya oleh warga Garut sendiri,” ucapnya.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelantikan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukaresmi dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulaman (PRNU) se-Kecamatan Sukaresmi masa khidmah 2021-2026 serta pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC), PR Muslimat, dan Fatayat NU se-kecamatan Sukaresmi masa khidmat 2021-2025 di Lapangan SMK Fauzaniyyah Komplek Pesantren Salaman Fauzan Tiga, Selasa (12/10). 

Dalam kesempatan tersebut, Aceng Mujib sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa sangat menyayangkan karena adanya pemberitaan 59 warga Sukamentri Kelurahan Garut Kota yang terpapar oleh NII kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Garut.

“Sudah diperingatkan 10 tahun yang lalu kepada Kapolres, Dandim, Bupati dan Pimpinan Ormas Islam Muhammadiyah dan Persis untuk mengantisipasi Gerakan Islam Bai’at tersebut. Mereka perlu dibina dengan sungguh-sungguh. Jika tidak bisa dibina, maka perlu dikarantina untuk tidak menyebarkan faham mereka,” katanya.

Lanjutnya, ia mendapat laporan dari salah satu warga Sukamentri, dimana ada anak dari warga tersebut mengkafir-kafirkan orang, karena ia belum dibai’at oleh pimpinan dari orang yang membai’at anaknya tersebut.

Warga Sukamentri tersebut juga dianggap anjing oleh anaknya, karena dianggap kafir dan ibadah dari kedua orang tuanya belum bisa diterima oleh Allah SWT. sebelum mereka dibai’at atau syahadat dahulu di hadapan pimpinan Islam Bai’at tersebut. Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa pemahaman mereka terhadap NKRI merupakan pengkhianat karena Dasar Negara bukan berdasarkan al-Quran dan al-Hadits. 

“Bahkan, ada yang menjadi pelaku bom bunuh diri di beberapa daerah di Indonesia, bahkan di Asia, seperti di Filipina dan Malaysia, itu didoktrin dan dibai’at di Garut,” jelasnya.

Masih dari Aceng Mujib, Ia khawatir, lima sampai sepuluh tahun kemudian akan terjadi saling gorok menghalalkan darah manusia karena perbedaan faham.

Terakhir, Pengasuh Pondok Pesantren Salaman Fauzan Tiga itu meyakini bahwa, jika semua pengurus NU di semua tingkatan seperti di MWCNU Sukaresmi, maka hal-hal tersebut bisa diantisipasi dan diminimalisir agar tidak terjadi kejadian-kejadian seperti di atas.

Diketahui, dalam acara pelantikan tersebut, diisi pula dengan acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW (Gebyar Maulid) dengan tema “Semarak Cinta di Bulan Mulia,” yaitu dengan mengadakan perlombaan Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Qiraatil Kitab (MQK), Lomba Cerdas Cermat (LCC), dan Lomba Pidato.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sukaresmi, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Cisurupan, Sesepuh Pondok Pesantren Fauzan sekaligus Mustasyar PCNU Garut KH Aceng Aam Umar ‘Alam, Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah PCNU Garut KH Rd Mimin Muhyiddin dan KH Atjeng Abdul Wahid, Kepala Desa Se-Kecamatan Sukaresmi, Pengurus MWCNU beserta ranting NU se-Sukaresmi, ratusan Pengurus PAC dan Ranting Muslimat dan Fatayat NU se-Sukaresmi.

Pewarta: Muhammad Salim
Editor: Abdul Manap