Warta Sejarah Keislaman Tokoh Profil Opini Wawancara Ngalogat Adrahi Pustaka Download

2021, MWCNU Tapos Hidupkan Kembali Tradisi Ngaji Kitab Kuning

2021, MWCNU Tapos Hidupkan Kembali Tradisi Ngaji Kitab Kuning
Pengajian MWCNU Tapos, Depok (Foto: NU Online Jabar/Moch Ikmaluddin)
Pengajian MWCNU Tapos, Depok (Foto: NU Online Jabar/Moch Ikmaluddin)

Depok, NU Online Jabar
Dengan masuknya tahun 2021, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tapos menyusun program-program kerja di tahun baru ini. Program yang sudah baik, akan terus dilaksanakan. Sedangkan program yang belum ada akan dilengkapi.

“Kita sesuai kaidah, almuhafadzatu ‘alal qadimi as-shalih, wal akhzhu ‘alal jadiidi al-ashlah,” kata Habibie Atmadja, Ketua MWCNU Tapos.

Adapun program yang sudah berjalan rutin di antaranya adalah Lailatul Ijatima’ setiap malam malam Jumat Kliwon yang dilaksanakan di Sekretariat MWCNU Tapos, Pesantren Tubagus Pangeling. Namun di tahun ini akan ditingkatkan dengan bekerjasama dengan Ja’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) untuk melaksanakan semaan Al Qur’an di siang harinya sampai maghrib.

Selain itu, MWCNU Tapos akan kembali menghidupkan tradisi ngaji kitab kuning.

“Hasil musyawarah kemarin, kita akan ngaji kitab Ihya’ Ulumiddn dan Lubabul Hadits yang insya Allah akan diampu oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Depok, KH M Abdul Mujib,” kata H Zarkasih, Rais Syuriah MWCNU Tapos.

H Zarkasih menambahkan, sebenarnya pengajian kitab sudah berjalan di masing-masih masjid, musala dan pesantren di Tapos ini, namun MWCNU Tapos perlu membuat kegiatan ngaji kitab tersebut dalam satu wadah jam’iyyah. Bukan sekedar jamaah.

Kegiatan ngaji kitab tersebut akan diadakan dua kali dalam sebulan. Yaitu, malam ahad ke dua dan ke empat bakda isya’. Adapun tempatnya akan keliling di setiap ranting NU. Ngaji kitab tersebut akan dimulai pada sabtu (9/1/2021) di Masjid Nurul Imam Cimpaeun, Tapos.

Program kerja tersebut tersebut diputuskan dari hasil musyawarah yang dilakukan di Masjid At Taqwa, Sindangkarsa (27/12/2020). Hadir dalam musyawarah tersebut jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Lembaga dan Banom di jajaran MWCNU Tapos. 

Kehadiran musyawarah di masjid At Taqwa pada malam itu terbilang ramai dan semarak karena di masjid tersebut juga menjadi tempat pameran benda-benda peninggalan Rasulullah yang dikelola oleh salahsatu Museum dari Brunei Darussalam.

Pewarta: Moch Ikmaluddin
Editor: Abdullah Alawi